Selasa, 21 Desember 2010

MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

MAKALAH


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN



Disusun & Diajukan Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen Semester III




Oleh :

NANING B.R
NIM. 0912034



JURUSAN AKUNTANSI
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI NGANJUK
TAHUN 2010



KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan Puji dan Syukur kehadirat Allah Swt Sehingga penulis dapat menyelesaikan penulis Makalah Sistem Informasi Manajemen ini.
Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi sebagian tugas mata kuliah sistem informasi manajemen semester III ini pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk.
Pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyusunan makalah ini. Akhirnya atas bantuan, bimbingan dan pengarahan serta dorongan yang diberikan semoga mendapatkan balasan dari Tuhan yang Maha Esa. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan Makalah ini, dan penulis mengharapkan kritik serta saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan Makalah ini.
Demikianlah makalah ini disusun dan semoga apa yang penulis sajikan dapat berguna dan bermanfaat bagi para pembaca untuk menambah bekal ilmu pengetahuan

Nganjuk, Januari 2010
Penulis,




DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan
BAB II SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
A. Pengertian Informasi
B. Proses Komunikasi
C. Komunikasi Manajemen
D. Defenisi Sistem Informasi Manajemen
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Banyak organisasi yang ingin membangun sistem Informasi Manajemennya sendiri, dan telah menyediakan dana yang cukup, tetapi ternyata usaha tersebut sering kali gagal. Penyebabnya antara lain ialah: struktur organisasi keseluruhan yang kurang wajar, rencana organisasi keseluruhan yang belum memadai, personil sistem yang tidak memadai, dan yang terpenting adalah kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.
Sebelum membahas konsep sistem Informasi Manajemen lebih lanjut, berikut ini akan diberikan definisi ringkas dan formal dari sistem Informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien. Sistem Informasi Manajemen yaitu: “serangkaian sub-sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi yang secara rasional mampu menstransformasikan data sehingga menjadi informasi dengan berbagai cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas dapat ditarik perumusan masalah sebagai berikut :
1. Apakah pengertian tentang informasi ?
2. Bagaimanakah proses komunikasi ?
3. Apakah yang dimaksud komunikasi manajemen ?
4. Apakah defenisi sistem informasi manajemen ?


C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka dapat disusun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui :
1. Untuk mengetahui mengenai pengertian informasi
2. Untuk mengetahui mengenai proses komunikasi
3. Untuk mengetahui mengenai komunikasi manajemen
4. Untuk mengetahui mengenai defenisi sistem informasi manajemen



BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Informasi
Pendapat Gordon B. Davis yang menyatakan bahwa informasi adalah data yang telah diproses kedalam suatu bentuk yang mempunyai arti bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata dan terasa bagi keputusan saat itu atau keputusan mendatang.
Definisi Gordon B. Davis itu menunjukkan pengertian informasi yang sempit, yakni pengertian informasi dalam hubungannya dengan kegiatan manajemen. Dan itu memang informasi dalam hubungannya dengan manajemen. Tetapi pada kenyataannya informasi mempunyai pengertian yang lebih luas daripada yang tercangkup oleh kegiatan manajemen.
Dr. R.J Beishon dalam karyanya berjudul “Information Flow and Manager’s Decisions” menjelaskan pengertian informasi sebagai berikut :
“informasi diinterpresentasikan, barangkali, lebih luas dari pada biasanya, yang mencangkup isyarat dan data yang diterima seorang manajer sehari-harinya, apakah itu tampak bersangkutan dengan pekerjaan atau tidak. Pendekatan seperti ini memandang hal-hal seperti ekspresi wajah dan gerak isyarat sebagai informasi, demikian pula hal-hal yang lebih jelas seperti memo dan pesan melalui telepon.
Tetapi pengertian informasi dalam sistem informasi menjadi terbatas. Bahwa informasi dalam sistem informasi harus dipahami atau dimengerti adalah jelas, tetapi informasi tersebut harus disampaikan kepada orang lain. Karenanya informasi seperti itu dinamakan “informasi manusia” untuk membedakan dari informasi sebagai persepsi dari lingkungan alamiah.
Informasi manusia tersebut sering disebut “pesan”. Istilah pesan itu mengandung arti informasi yang dating dari pengirim pesan yang ditujukan kepada penerima pesan. Proses penyampaian pesan dan penerimaan pesan tersebut dinamakan komunikasi.
1. Informasi Pada Tahap-tahap Manajemen
Setiap tahap manajemen memerlukan informasi yang berbeda, yang pada gilirannya dapat berbeda pula dalam teknik atau cara penyampaiannya. Informasi pada tahap-tahap manajemen meliputi :
• Informasi untuk perencanaan
• Informasi untuk penggiatan
• Informasi untuk pengawasan

2. Jenis-jenis informasi
Para ahli sistem informasi manajemen tidak mempunyai pendapat yang sama mengenai jenis-jenis informasi yang dioperasikan dalam manajemen. Dari berbagai pendapat yang berbeda itu dapat disimpulkan bahwa informasi dalam manajemen diklasifikasikan berdasarkan aspek-aspek seperti yang akan dipaparkan sebagai berikut :
1) Informasi berdasarkan persyaratan
Suatu informasi harus memenuhi persyaratan sebagaimana dibutuhkan oleh seorang manajer dalam rangka pengambilan keputusan yang harus segera dilakukan. Berdasarkan persyaratan itu informasi dalam manajemen diklasifikasikan sebagai berikut :
  1.  Informasi yang bernilai
  2.  Informasi yang tepat waktunya
  3.  Informasi yang dapat dipercaya
2) Informasi berdasarkan dimensi waktu
Informasi berdasarkan waktu diklasifikasikan sebagai berikut :
  •  Informasi masa lalu
  •  Informasi masa kini
3) Informasi berdasarkan sasaran
Informasi berdasarkan sasaran adalah informasi yang ditujukan kepada seseorang atau sekelompok orang, baik yang terdapat dalam organisasi maupun diluar organisasi. Informasi jenis ini diklasifikasikan sebagai berikut :
  •  Informasi individual
  •  Informasi komunitas

Demikianlah beberapa hal mengenai pengertian informasi beserta jenis-jenisnya yang patut difahami para manajer dalam rangka melaksanakan Sistem Informasi Manajemen.

B. Proses Komunikasi
Perihal komunikasi secara implicit dimuka telah ditampilkan, karena memang kalau kita berbicara mengenai informasi tak mungkin lepas dari komunikasi sebagai proses penyampaiannya oleh seseorang kepada orang lain.
Lasswell merupakan bahwa cara yang terbaik untuk menerangkan komunikasi ialah menjawab pertanyaan : “Who Says What In Which Channel To Whom Whith What Effect”.
Jawaban terhadap pertanyaan yang merupakan paradigm komunikasi itu adalah unsure-unsur atau komponene-komponen yang terdapat dalam proses komunikasi. Apabila kita terapkan paradigm komunikasi itu dalam kihupan manajemen dalm kaitannnya dengan sistem informasi manajemen, maka jelas bahwa yang berfungsi sebagai komunikator sebagai unsur pertama adalah manajer, apakah itu manajer puncak atau administrator atau manajer yang lebih rendah jenjangnya, apabila pimpinan tersebut menyampaikan suatu pesan kepada para karyawan sebagai bawahannya. Tetapi adakalanya bawahan menjadi komunikator, jika ia datang menghadap kepada pimpinan untuk menyampaikan suatu pesan, misalnya laporan, gagasan atau keluhan.
Jadi, yang brfungsi sebagai komunikator adalah orang yang menyampaikan suatu pesan kepada orang lain. Wilbur Schramm, seorang pakar komunikasi yang amat terkenal, mengatakan bahwa pesan komunikasi bisa informasi, gagasan atau sikap. Tampak bahwa komunikator sebagi unsur pertama dan sebagai unsur kedua dari proses komunikasi itu kait mengkait dengan ketat, yang satu dari yang lainnya tidak mungkin dipisahkan.
Unsur ketiga adalah media sebagai saluran untuk melangsungkan suatu pesan dari komunikator itu. Media disini mengandung makna yang luas, yang diklasifikasikan menjadi media primer dan media sekunder. Yang termasuk media primer adalah bahasa, kial atau isyarat dengan anggota tubuh, misalnya menganggukkan kepala, mengkedipkan mata, melambaikan tangan dan sebagainya.
Media sekunder adalah sarana untuk meneruskan pesan kepada komunikan sebagai unsur keempat, yang banyak jumlahnya, jauh tempatnya atau kedua-keduanya, banyak dan jauh.
Dalam kehidupan manajemen pada umumnya semua media, baik media primer maupun media sekunder, dipergunakan secara luas. Unsur kelima dari komunikasi itu adalah efek yang melekat pada komunikan dan harus sesuai dengan tujuan komunikator. Dalam kehidupan manajemen jika seorang manajer atau administrator menyampaikan suatu pesan atau informasi tentunya mempunyai tujuan. Tujuannya macam-macam, dapat diklasifikasikan sebagai tujuan mengubah sikap, mengubah opini atau pandangan atau pendapat, dan mengubah perilaku komunikan.
Sikap adalah kondisi internal seseorang dalam bentuk kecendrungan semata-mata : tersembunyi atau tertutup, baru sikapnya itu diketahui orang apabila diekspresikan. Pengekspresikannya dapat dilakukan secara verbal, yakni dengan kata-kata atau secara nirverbal fisik. Jika diekspresikan secara verbal, maka jadilah opini atau pendapat, dan kalau diekspresikan secara inverbal fisik, jadilah perilaku atau kegiatan atau tindakan. Berdasarkan penjelasan itu, maka yang utama sebenarnya perubahan sikap. Kalau kita analisis lebih jauh, sikap yang terdapat dalam diri seseorang itu terdiri dari tiga komponen, yakni kognisi berbentuk pikiran, afeksi berbentuk perasaan dan konasi berbentuk tekad atau itikad. Konasi adalah resultan paduan kognisi dan afeksi, dengan perkataan lain tekad atau itikad adalah hasil paduan hasil pikiran dan perasaan.

1. Jenis-jenis komunikasi
Untuk memudahkan pemahaman mengenai seluk beluk komunikasi itu, kita mengadakan klasifikasi sebagai berikut :
1) Komunikasi tatap muka
Komunikasi jenis ini adalah komunikasi yang berlangsung secara berhadapan muka antara komunikator dengan komunikan. Karena saling melihat, komunikator akan mengetahui tanggapan komunikan terhadap dirinya dan terhadap pesan yang disampaikan. Dapat pula dikatakan bahwa umpan balik terjadi seketika. Jika umpan baliknya positif maka si komunikator dapat bertahan pada gayanya semula. Sebaliknya, apabila umpan baliknya negatif, maka ia dapat mengubah gayanya. Terjadinya umpan balik negatif, karena gaya komunikasinya tidak komunikatif.
Komunikasi tatap muka terdiri dari dua jenis, sebagai berikut :
  •  Komunikasi antar persona
Komunikasi jenis ini adalah komunikasi antara seorang komunikator dengan seorang komunikan, yang disebut komunikasi diadik, atau antara seorang komunikator dengan dua orang komunikan, yang dinamakan komunikasi triadik.
Ciri-ciri komunikasi antar persona adalah sebagai berikut :
- Berlangsung dua arah timbal balik
- Bersifat dialogis
- Umpan balik berlangsung seketika
- Kerangka referensi, yang dimaksud kerangka refensi ialah paduan nilai-nilai yang menyangkut pendidikan, kebudayaan, status sosial, status ekonomi, agama dan lain-lain yang membentuk pribadi seseorang.
  •  Komunikasi kelompok
Komunikasi kelompok terbagi dua bagian diantaranya :
- Komunikasi kelompok kecil
Komunikasi kelompok kecil adalah komunikasi yang
berlangsung dalam situasi yang memungkinkan dialihkannya ke situasi komunikasi antar persona.
- Komunikasi kelompok besar
Komunikasi kelompok besar adalah komunikasi yang dilangsungkan dalam jumlah yang relative sangat banyak, sehingga diselenggarakan dilapangan terbuka atau gedung yang besar.
Cirri-ciri komunikasi kelompok besar adalah :
1. Berlangsung satu arah
2. Komunikan bersifat heterogen
3. Komunikan bersikap emosional
4. Menimbulkan wabah mental

2) Komunikasi bermedia
Yang dimaksud media disini ialah media sekunder, yang seperti telah disinggung dimuka berupa sarana untuk meneruskan suatu pesan kepada komunikan yang banyak jumlahnya, jauh tempatnya atau kedua-duanya. Komunikasi bermedia terbagi dua bagian :
  •  Komunikasi media masa
  •  Komunikasi medio



2. Teknik-teknik komunikasi
Bagi para manajer teknik-teknik komunikasi perlu di fahami secara seksama, meskipun tidak secara teoritis sama sekali, lebih-lebih para menajer yang mengelola organisasi besar, karena setiap informasi yang disampaikan kepada sasaran, tidak semata-mata agar khalyak didalam organisasi atau diluar organisasi mengetahui, tetapi tidak jarang agar melaksanakan. Ini berarti bahwa informasi yang disampaikan, tidak hanya diharapkan menimbulkan efek kognitif saja, tetapi juga efek behavioral. Teknik-teknik komunikasi diantaranya sebagai berikut :
  •  Teknik komunikasi informatif
  •  Teknik komunikasi persuasif
  •  Teknik komunikasi koersif

C. Komunikasi Manajemen
Komunikasi manusia meliputi berbagai bidang komunikasi, diantaranya adalah Komunikasi Manajemen atau kadang-kadang dinamakan juga Komunikasi Organisasional. Yang lainnya adalah Komunikasi Politik, Komunikasi Tradisional, Komunikasi Kebudayaan, Komunikasi Pembangunan, Komunikasi Internasional dan sebagainya.
Sesuai dengan maknanya istilahnya Komunikasi Manajemen adalah komunikasi dalam lingkupan kegiatan manajemen yang dengan sendirinya terdapat dalam organisasi.
Jika komunikasi manajemen mencakup tiga demensi : dimensi pertama adalah komunikasi vertikal, dimensi kedua komunikasi horizontal dan dimensi yang ketiga komunikasi eksternal.

1. Komunikasi Vertikal
Komunikasi vertikal berlangsung dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas dengan kata lain komunikasi vertikal berlangusng dari pimpinan ke bawahan dan sebaliknya
Pimpinan memberikan informasi, instruksi, petunjuk, penjelasan dan lain-lain kepada bawahannya sementara bawahan memberikan laporan, saran, dan sebagainya kepada pimpinan.
2. Komunikasi Horisontal
Komunikasi horizontal adalah komunikasi antar petugas yang mempunyai kedudukan yang setara dalam suatu organisasi, baik dalam unit yang sama maupun berbeda. Disebabkan kedudukan yang setara, maka komunikasi antar petugas ini sering kali lebih bersifat informal daripada formal. Komunikasi seperti ini terjadi sewaktu istirahat atau pulang kerja.
3. Komunikasi Eksternal
Komunikasi eksernal adalah komunikasi antara manajer dengan orang-orang yang berada diluar organisasi. Komunikasi eksternal dilakukan bukan saja dengan menggunakan media massa, tetapi juga dengan media-media lainnya, bahkan tidak jarang dilakukan secara tatap muka.

Demikianlah tiga dimensi komunikasi manajemen dalam bentuk proses pengiriman dan penerimaan informasi menurut jalur-jalur manajemen. Pentingnya pemahaman komunikasi ini karena lalu lintas informasi dalam organisasi akan mendukung tercapainya tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

D. Defenisi Sistem Informasi Manajemen
Untuk dapat memahami arti sistem informasi manajemen baiklah kita kutip terlebih dahulu beberapa defenisi yang diketengahkan oleh para ahli.
Robert G. Murdick dan Joel E. Ross dalam bukunya “Information System for Modern Management” mendefenisikan SIM sebagai :
“Proses komunikasi di mana informasi masukan (input) direkam, disimpan dan diperoleh kembali (proses) bagi keputusan (output) mengenai perencanaan, pengoperasian dan pengawasan”.
Meskipun demikian, Gordon B. Davis menyatakan bahwa dia sendiri menggunakan istilah “Management Information System”. Dia mendefenisikan sebagai :
“Sisstem manusia/mesin yang terpadukan untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen dan pengambilan keputusan dalam suatu organisasi”
Drs. Soetedjo Moeljodihardjo dalam karyanya “Management Information System” mendefenisikan SIM sebagai berikut :
“SIM adalah “suatu metode untuk menghasilkan informasi yang tepat waktunya bagi manajemen tentang external environment dan internal operation dari suatu bidang usaha, dengan tujuan untuk menunjang pengambilan keputusan dan memperbaiki planning dan control”.
Dalam Ensiklopedia Manajemen yang disusun oleh Drs. Komaruddin dijelaskan sebagai berikut :
Sistem informasi manajemen adalah pendekatan yang terorganisasi dan terencana untuk memberi eksekutif bantuan informasi yang tepat yang memberikan kemudahan bagi proses manajemen.
Defenisi yang diketengahkan oleh Roberts W. Holmes menyatakan sebagai berikut :
Sistem Informasi Manajemen adalah suatu sistem yang dirancang untuk menyajikan informasi pilihan yang berorientasi kepada keputusan yang diperlukan oleh manajemen guna merencanakan, mengawasi, dan menilai aktifitas organisasi.
Sesuai dengan makna istilahnya, sistem informasi manajemen harus ditinjau denagn pendekatan sistem. Ini berarti bahwa manajemen itu sendiri dimana proses informasi berlangsung harus dilihatnya sebagai sistem, dalam hal ini sebagai “total system”. Dengan mengatakan manajemen sebagai total sistem, maka sistem informasi manajemen merupakan salah satu subsistem dari sekian banyak subsistem yang tercangkup oleh total system tersebut. Meskipun pada subsistem dalam organisasi dengan manajemennya itu, terdapat fungsionalisasi dan spesialisasi, keseluruhan subsistem di situ harus bergerak menuju satu arah, yaitu tujuan yang sudah ditetapkan untuk dicapai. Karena dampak (input) subsistem ini besar sekali dalam keseluruhan sistem, maka gerak subsistem-subsistem tadi perlu diawasi, sehingga tidak menyelewengkan dari arah.
Untuk itulah perlunya informasi yang harus dikelola secara sistematis, karena jelas di situ bahwa informasi bukan saja diperlukan secara efektif dan efisien dari puncak organisasi ke bawah secara timbal balik, tetapi juga ke luar organisasi secara timbal balik.
1. Kemampuan Sebuah Sistem Informasi Manajemen
Pengetahuan tentang potensi kemampuan sistem informasi yang dikomputerisasi akan memungkinkan seorang manajer secara sistematis menganalisis masing-masing tugas organisasi dan menyesuaikannya dengan kemampuan komputer.
SIM secara khusus memiliki beberapa kemampuan teknis sesuai yang direncanakan baginya. Secara kolektif kemampuan ini menyangkal pernyataan bahwa komputer hanyalah mesin penjumlah atau kalkulator yang berkapasitas tinggi, sebenarnya komputer tidak dapat mengerjakan sesuatu ia hanya mengerjakan lebih cepat. Sistem informasi komputer dapat memiliki sejumlah kemampuan jauh diatas sistem non komputer. Dan kemampuan ini telah merevolusikan proses manajemen yang menggunakan informasi yang dihasilkan oleh sistem yang telah ada. Beberapa kemampuan teknis terpenting dalam sistem komputer :
• Pemrosesan data base
• Pemrosesan data tunggal
• Pemrosesan on-line, real time
• Komunikasi data dan switching pesan
• Pemasukan data jarak jauh dan up date file
• Pencarian records dan analisis
• Pencarian file
• Algoritme dan model keputusan
• Otomatisasi kantor.

2. Bagian-bagian dari Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Mnajamene merupakan kumpulan dari sistem informasi, diantaranya adalah :
• Sistem informasi akuntansi (accounting information systems), menyediakan informasi dan transaksi keuangan.
• Sistem informasi pemasaran (marketing information systems), menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran.
• Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information systems).
• Sistem informasi personalia (personal information systems).
• Sistem informasi distribusi (distribution information systems).
• Sistem informasi pembelian (purchasing information systems).
• Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).
• Sistem informasi analisis kredit (credit analysis information systems).
• Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development information systems).
• Sistem informasi analisis software
• Sistem informasi teknik (engineering information systems)


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari penjelasan penulis mulai dari awal sampai akhir makalah ai atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa informasi merupakan data yang telah diproses kedalam suatu bentuk yang mempunyai arti bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata dan terasa bagi keputusan saat itu atau keputusan mendatang. Komunikasi sebagai proses penyampaiannya. Pemahaman komunikasi penting, karena lalu lintas informasi dalam organisasi akan mendukung tercapainya tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
sistem informasi manajemen merupakan salah satu subsistem dari sekian banyak subsistem yang tercangkup oleh total system tersebut. Meskipun pada subsistem dalam organisasi dengan manajemennya itu, terdapat fungsionalisasi dan spesialisasi, keseluruhan subsistem di situ harus bergerak menuju satu arah, yaitu tujuan yang sudah ditetapkan untuk dicapai.

B. Saran
Dalam kesimpulan di atas penulis telah mengungkapkan semua inti dari makalah ini, maka penulis memberikan saran sebagai berikut :
1. Bagi Manajer, hendaknya perlu memahami Sistem informasi Manajemen secara menyeluruh diharapkan nantinya para manajer dapat mengelola perusahaannya dengan baik.
2. Informasi dalam Sistem Informasi Manajemen harus dikelola secara sistematis, karena informasi bukan saja diperlukan secara efektif dan efisien dari puncak organisasi ke bawah secara timbal balik, tetapi juga ke luar organisasi secara timbal balik
3. Adanya pengawasan subsistem-subsistem dari Sistem Informasi Manajemen, sehingga tidak menyelewengkan dari arah yang biasa terjadi sebagai dampak (input) subsistem.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar